Perbedaan Granit dan Keramik

Salah satu bagian yang membuat rumah menjadi lebih elegan, serta cantik adalaha pemilihan lantai. Terdapat sebagian tipe material lantai yang dapat kamu terapkan, seperti pemakaian batu granit serta marmer. Keduanya ialah batu buat membagikan kesan berkelas serta elegan pada rumah, dan bangunan-bangunan lainnya. Kedua batu ini sudah jadi pilihan banyak orang dengan baik kelas ekonomi menengah maupun kalangan atas, tidak dipungkiri harganya pun cukup tinggi, sehingga orang dengan kelas ekonomi menengah kebawah jarang memakai batu ini.

Lantai granit menjadi trend di Indonesia sekitar tahun 95an, umunya ukuran yang tersedia bervariasi antara 60×60 sampai 120×120. Pemakaian lantai granit bertumbuh dengan pesat sampai menggeser pemakaian lantai keramik biasa.

Kekuatan lantai granit lebih unggul dari pada lantai keramik. Lantai granit diproses dengan cara pembakaran pada temperatur tinggi ( 1230° C) kemudian dipress dengan daya 7200 PH. Perihal ini membuat lantai granit lebih solid dan menyatu, hingga menjadi lebih padat.

Dinilai menerapkan alat gloss meter untuk mengevaluasi tingkat kekilapan suatu benda, hasilnya lantai granitdan keramik awamnya dapat menempuh skala 60 – 80 . Dengan demikian artinya kedua lantai tersebut, mempunyai kilap yang mirip/sama, namun bedanya kilap lantai keramik nampak menonjol,sebab melewati pelaksanaan pemolesan. Berbeda dengan keramik, keramik nampak bergelombang sebab cuma di lapisi glasur tanpa pelaksanaan pemolesan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top